SUKOHARJO – Pesantren Ramadhan hari Senin-Jum'at (09/ 03 - 13/03) di SMP N 03 Sukoharjo. Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga momen emas untuk mengasah kepedulian sosial. Tahun ini, Pesantren Ramadhan kami hadir dengan konsep yang berbeda dan penuh makna. Selama lima hari, para peserta diajak untuk terjun langsung dalam aksi nyata bertajuk "Berbagi Kebahagiaan". Hari 1 : Dari Tangan ke Tangan, Menjadi Berkah (Pengumpulan Bansos) Kegiatan dimulai dengan semangat berbagi yang luar biasa. Di hari pertama, seluruh peserta mengumpulkan bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Hari 2 :Dari Tangan ke Tangan, Menjadi Berkah (Pengemasan Bansos) Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi sibuk namun ceria. Para peserta bahu-membahu melakukan pengemasan bansos. Dengan teliti, setiap paket disusun rapi agar layak dan cantik saat diterima nanti. Di sini, nilai kerja sama dan ketulusan benar-benar diuji. H...
SUKOHARJO – Pesantren Ramadhan hari Senin-Jum'at (09/ 03 - 13/03) di SMP N 03 Sukoharjo. Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga momen emas untuk mengasah kepedulian sosial. Tahun ini, Pesantren Ramadhan kami hadir dengan konsep yang berbeda dan penuh makna. Selama lima hari, para peserta diajak untuk terjun langsung dalam aksi nyata bertajuk "Berbagi Kebahagiaan".
Hari 1 : Dari Tangan ke Tangan, Menjadi Berkah (Pengumpulan Bansos)
Kegiatan dimulai dengan semangat berbagi yang luar biasa. Di hari pertama, seluruh peserta mengumpulkan bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok dan kebutuhan lainnya.
Hari 2 :Dari Tangan ke Tangan, Menjadi Berkah (Pengemasan Bansos)
Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi sibuk namun ceria. Para peserta bahu-membahu melakukan pengemasan bansos. Dengan teliti, setiap paket disusun rapi agar layak dan cantik saat diterima nanti. Di sini, nilai kerja sama dan ketulusan benar-benar diuji.
Hari 3 & 4: Mengasah Lidah, Menyampaikan Dakwah.
Setelah dua hari fokus pada aksi fisik, hari ketiga dan keempat diisi dengan ajang olah rasa dan bicara melalui Lomba Pidato. Para peserta berkompetisi menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan gaya unik masing-masing. Tak hanya melatih kepercayaan diri di depan umum, lomba ini juga menjadi sarana syiar agama yang segar dan inspiratif bagi teman-teman sebaya.
Hari 5: Puncak Spiritual dan Berbagi Senyum
Rangkaian acara ditutup dengan khidmat di hari kelima. Pagi hari dibuka dengan pengajian bersama untuk mempertebal iman dan mempererat tali silaturahmi.
Sebagai penutup yang manis, seluruh bansos yang telah dikemas akhirnya dibagikan kepada warga sekitar dan siswa/siswi yang membutuhkan. Melihat senyum para penerima manfaat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebahagiaan sejati terletak pada seberapa banyak kita memberi, bukan seberapa banyak yang kita miliki.
Pesantren Ramadhan tahun ini bukan sekadar rutinitas, tapi sebuah perjalanan hati untuk menjadi pribadi yang lebih peka dan religius. Sampai jumpa di Ramadhan tahun depan!
✍️
Penulis Artikel
Citra Handayani
Ramadhan
EDITOR
Zidan Arkana S (Admin)
Komentar